Admin: Silahkan isi disini....
Rabu, 10 Mei 2017
Galeri
Bangunan utama Candi Sambisari.
Patung Ganesha pada bagian timur.
Patung Durgha pada bagian utara.
Patung Agastya pada bagian selatan.
Yoni pada bagian dalam kuil utama
Musim kemarau di Candi Sambisari, Oktober 2015
Sejarah
Penemuan Candi Sambisari pada tahun 1966 bisa disebut sebagai keberuntungan, mengingat Candi Sambisari ditemukan 6.5 meter di bawah permukaan tanah sekitarnya. Seakan menyusun kembali sejarah Yogyakarta yang sempat tenggelam di bawah tanah. Seperti itulah kesan pertama yang Sobat Jogja rasakan ketika sedang di Candi Sambisari ini.
Kita patut berterima kasih atas keberuntungan yang dimiliki oleh Bapak Karyowinangun karena pada tahun 1966 telah menemukan candi yang kini dinami sebagai Candi Sambisari ini. Mengingat sejarah selalu mencatat penemuan candi – candi yang ada di Indonesia selalu ditemukan Arkeolog Belanda. Meski yang membangun candi tersebut adalah masyarakat Indonesia di masa kerajaan.
Menurut bukti – bukti sejarah yang ditemukan oleh Dinas Purbakala, diperkirakan Candi Sambisari ini dibangun sekitar tahun 812 – 838 Masehi atau sekitar abad ke-9. Berdasaran bentuk candi dibangun sekitar abad ke-8, namun berdasarkan bahan pembuatan candi yaitu batu padas diperkirakan masih semasa dengan Candi Plaosan, Candi Sojiwan dan Candi Prambanan pada abad ke-9.
Teory yang memperkuat setelah ditemukanya kepingan emas bertulisan, diperkirakan bangunan Candi Sambisari ini dibangun pada permulaan abad ke-9 masehi. Berdasarkan tahun pembuatanya Candi Sambisari di bangun pada masa kerajaan Mataram Kuno, yang dipimpin oleh Raja Rakai Garung. Banyaknya material Volkanik disekitar candi, diperkirakan Candi Sambisari terkubur akibat letusan hebat Gunung Merapi tahun 1006.
Candi Sambisari merupakan sebuah kompleks bangunan candi yang terdiri candi Induk yaitu Candi Sambisari dan 3 Perwara, yaitu candi kecil yang mengarah ke arah candi Induk. Candi Sambisari memiliki bentuk bujur sangkar dengan ukuran sekitar 13.65 x 13.65 Meter dan tinggi sekitar 7.5 Meter. Ditambah lagi dengan pagar batu 50 x 48 Meter.
Dibagian luar candi dapat kita jumpai arca Durga Mahisasuramardini pada sisi sebelah utara, lalu arca Ganesha pada sisi sebelah timur, kemudian arca Agastya di sisi sebelah selatan, dan terdapat dua arca di sebelah barat, sebagai dewa penjaga pintu yaitu Mahakala dan Nandiswara. Memasuki areal dalam Candi Sambisari dapat kita jumpai Lingga dan Yoni dengan ukuran yang cukup besar.
Ditemukan pula berapa perhiasan, tembikar, cermin logam, dan juga prasasti – prasasti yang terdapat di sekitar areal Candi Sambisari ini. Candi Sambisari diperkirakan bersifat candi yang berpusat pada Dewa Siwa, ini berdasarkan pada arca – arca yang ditemukan pada candi ini. Makna dari persatuan Lingga dan Yoni ini merupakan symbol dari sebuah kesuburan.
Setelah puas berkeliling Candi Sambisari, menikmati wisata sejarah Yogyakarta yang sempat tenggelam ini. Terbersit dipikiran betapa sabarnya para Arkeolog untuk memugar Candi Sambisari ini, yang memakan waktu yang sangat lama untuk menyusun mistery di baliknya. Diperlukan sekitar 21 tahun untuk memugar Candi Sambisari yang bisa kita lihat saat ini.
Rasa terima kasih ini tentu bisa sepadan bila kita menghargai sejarah yang dimiliki oleh bangsa Indonesia ini dengan berkunjung ke Candi Sambisari dan tempat bersejarah lainya di negeri ini. Alasan sederhana yang mungkin tidak kita sadari, yang dikerjakan oleh para Arkeolog dan ahli penemuan situs purbakala yang ada saat ini. Sesungguhnya menampar kita generasi muda, bahwa betapa hebatnya bangsa ini.
Tentu, kesempatan yang kita miliki saat ini yaitu untuk tetap menjaga apa yang sudah di kerjakan oleh para Arkeolog dengan berkunjung dan tidak berbuat hal – hal yang merusak semacam mencoret atau perbuatan illegal lainya yang tentunya merugikan orang lain. Menjaga kebersihan kawasan wisata juga menjadi bagian kecil untuk menjaga lingkungan tetap sehat
Untuk menuju lokasi Candi Sambisari ini sangatlah mudah, berada di Desa Sambisari, Purwomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Sekitar 12 Km dari pusat kota Yogyakarta, atau disebelah timur dekat dengan Bandara International Adisucipto, tepatnya di jalan Yogya – Solo ke arah menuju Candi Prambanan.
Bisa dilihat klik Google Maps Untuk peta lokasi Candi Sambisari ini.
Kawasan wisata sejarah Yogyakarta, Candi Sambisari ini buka mulai pukul 9:00 sampai 16:00 WIB. Jangan lupa juga untuk menikmati wisata sejarah lainya, dan tempat menarik lainya di Yogyakarta ini.
Photo by, Alisiagian dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta
Profile
Candi Sambisari adalah candi Hindu (Siwa) yang berada di Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, kira-kira 12 km di sebelah timur kota Yogyakarta ke arah kota Solo atau kira-kira 4 km sebelum kompleks Candi Prambanan. Candi ini dibangun pada abad ke-9 pada masa pemerintahan raja Rakai Garung pada zaman Kerajaan Mataram Kuno.
Penemuan
Candi ini ditemukan pada tahun 1966 oleh seorang petani di Desa Sambisari dan dipugar pada tahun 1986 oleh Dinas Purbakala. Nama desa ini kemudian diabadikan menjadi nama candi tersebut.
Posisi Candi Sambisari terletak 6,5 meter di bawah permukaan tanah, kemungkinan besar karena tertimbun lahar dari Gunung Merapi yang meletus secara besar-besaran pada awal abad ke-11 (kemungkinan tahun 1006). Hal ini terlihat dari banyaknya batu material volkanik di sekitar candi.
Bangunan
Dengan dikelilingi oleh pagar batu dengan ukuran 50 m x 48 m, kompleks ini mempunyai candi utama didampingi oleh tiga candi perwara (pendamping). Pada bagian luar dinding bangunan utama terdapat relung yang berisi patung Durga Mahisasuramardini (di sebelah utara), patung Ganesha (sebelah timur), patung Agastya (sebelah selatan), dan di sebelah barat terdapat dua patung dewa penjaga pintu: Mahakala dan Nandiswara. Di dalam candi utama terdapat lingga dan yoni dengan ukuran cukup besar. Pada saat penggalian ditemukan berbagai benda lainnya di antaranya adalah beberapa tembikar, perhiasan, cermin logam, serta prasasti.
Event
Admin: Silahkan isi disini....
















